Jumat, 10 Juni 2011

Bagaimana Bisa Bersih, Jika Sapunya Kotor…!!!

Bersihkan sapumu wahai aparat Yudikatif
 Ibarat menyapu lantai yang sangat kotor, tapi alat pembersih yang digunakan alias sapunya juga kotor. Itulah perumpamaan alias cermin praktik penegakan hukum di negara yang katanya berlandaskan hukum ini. Nyatanya hukum di Republik ini bisa dijual beli, mafia peradilan ada dimana-mana, dari kelas kakap hingga kelas teri. Semuanya bisa lancar asal ada duit (ADUL-Ada Duit Urusan Lancar). Hukum juga sudah tidak berpihak pada rakyat kecil yang bisa mendapatkan keadilan hanyalah orang-orang berkantong tebal, yang lagi-lagi UUD-Ujung-Ujungnya Duit.

Sudah lebih satu dasawarsa Reformasi berjalan, yang salah satu tuntutannya adalah Penegakan Supremasi Hukum. Realita yang terjadi saat ini penegakan supremasi hukum sedang berada di titik nadir, para penegak hukum saling berseteru, hingga muncul istilah “Cicak VS Buaya” atau KPK VS Polri. 

Kejaksaan juga masih mempunyai banyak 'PR' yang harus diselesaikan, dan bertanggung jawab atas kasus korupsi besar yang selalu lolos dan tidak ada tindak lanjutnya lagi dari pihak kejaksaan yang selalu melepas tangan dan mengoper bola ke institusi penegak hukum lainnya. Sebut saja kasus “Mega Skandal BLBI” yang masih terbengkalai.
Ironisnya, mereka para penegak hukumlah yang seharusnya berada di barisan terdepan dalam menegakkan keadilan dan hukum, tapi merekalah yang selalu kontraproduktif dengan kontroversi kriminalitasnya. Satu sama lain saling mengklaim merasa terkriminalisasikan, wacana selama ini adalah ada upaya ingin melemahkan si 'cicak' (istilah yang dibuat oleh Kabareskrim non-aktif, Susnoduadji). 

Ayoo siapa yang menang??!!
Sayangnya si pawang (SBY) penakut

Ya, si cicak itu adalah KPK yang telah menjadi momok menakutkan bagi para koruptor atau pejabat-pejabat negara yang ingin nakal dalam mengolah uang rakyat. Dan si buaya (Polri) juga merasa benar dalam hal ini, karena menurut mereka aksi penahanan pimpinan KPK non-aktif, Bibit Samad Riyanto dan Chandra Hamzah berawal dari testimony pimpinan KPK non-aktif Antasari Azhar yang ternyata tidak mau ditangkap sendirian akibat kasus pembunuhan Nasruddin. Bibit dan Chandra menurut Polri telah melakukan tindak kriminal, yaitu penyuapan dan penyalahgunaan wewenang (dimana keberatan Kabareskrim Susno yang telah disadap oleh KPK).

Tulisan ini bukan untuk membela KPK atau Polri, dan bukan untuk mencari siapa yang paling benar. Karena menurut penulis, KPK karena kasus ini telah mendapatkan banyak simpati dari berbagai kalangan di masyarakat. Bahkan dalam beberapa hari, group pendukung Bibit dan Chandra di Facebook sudah mencapai satu juta facebookers. 

Bukan berarti mereka juga suci atau terbebas dari banyak kesalahan, saya pribadi mendukung intitusi KPK sebagai lembaga yang telah sukses memberantas korupsi selama ini (walau masih terkesan tebang pilih) tapi saya tidak respect dengan oknum-oknum di dalamnya yang telah mencemarkan dan malah melemahkan kekuatan KPK itu sendiri. 

Atau dari pihak eksternal yang menjadi titipan dari koruptor-koruptor kelas kakap untuk melemahkan KPK itu sendiri. Dan Polri-pun juga harus didukung untuk tetap melindungi masyarakat (walaupun didalamnya juga banyak 'penjahat-penjahat' berseragam coklat). Jasa kongkritnya adalah pemberantasan teroris di bumi nusantara ini, tapi karena kasus pertikaian mereka dan Polri menjadi tersudutkan karena telah menyalahi prosedural dalam menahan Bibit dan Chandra, yang akhirnya prestasi mereka dalam memberangus aksi teroris sirna begitu saja ditelan pemberitaan perseteruan “cicak dan buaya”.

Lucunya lagi, si Jenderal Susi Similikiti, Siperagu dan Sibimbang, malah membentuk TPF yang katanya independent dan kapabilitas untuk menangani kasus perseteruan KPK dan Polri ini. Memang di dalamnya ada beberapa tokoh hukum dan intelektual. 

Tapi tetap saja tim 8 (TPF) sudah bekerja di luar wewenang kekuasaannya, mereka bukan jaksa atau hakim. Bahkan ada yang bilang mereka adalah pengacara Bibit dan Chandra, menurut analisis su’udzon (tapi saya haqqul yakin benar, jadinya mudah-mudahan khuznudzon). 

Ini hanya skenario untuk menutup-menutupi kasus Mega Skandal BLBI dan Centurygate, lihat saja Adnan Buyung yang dulu merupakan lawyer Antoni Nursalim, atau Todung Mulya Lubis yang juga pengacara Samsul Nursalim, para obligor BLBI, koruptor kelas kakap yang masih bisa uncang-uncang kaki dan bersorak sorai dengan gendang yang ditabuhkan dan menyaksikan para penegak hukum kita menari mengikuti alur dan tempo bunyi gendang yang dipukul oleh konglomerat hitam biadab itu.

Ya Allah yang Maha Besar, Maha Adil lagi Maha Bijaksana, tunjukkanlah kekuatan-Mu. Berikanlah kekuatan kepada pemimpin negeri ini untuk bisa mengatakan yang benar adalah benar tidak dibelokkan dan yang salah adalah salah. Turunkanlah keadilan bagi para korban penegak hukum dan mudah-mudahan pengadil yang dzolim selama ini mengerti mana yang hak dan mana yang bathil. Semoga sapu itu sudah tidak kotor lagi, sehingga lantai yang kotor itu bisa bersih disapu dengan sapu yang lebih bersih. Amiin.
 
by NurFahmi Budi Prasetyo on Thursday, November 12, 2009 at 11:56pm
.

  • Betet Kriee muke lu kotor,.,bruakakakkkkk
    November 13, 2009 at 12:01am ·

  • NurFahmi Budi Prasetyo bersi'in tuh warnet, klo kotor pelanggan pada kabur nyari warnet yg bersihan...wkwkwk..
    November 13, 2009 at 12:05am ·

  • Betet Kriee gimana mo dibersihin,. dsini yang lagi maen warnet rame ,., wuakakakakkk ,,..
    November 13, 2009 at 12:08am ·

  • NurFahmi Budi Prasetyo NB: Ralat tulisan diatas, "lihat saja Adnan Buyung yang dulu merupakan lawyer Antoni Nursalim, atau Todung Mulya Lubis yang juga pengacara Samsul Nursalim", seharusnya Adnan Buyung Lawyer'nya Sjamsul Nursalim, dan Todung Mulya Lubis Pengacaranya Antony Nursalim (maaf ketuker),

    takutnya ntar dituntut ma tuh 2 pengacara senior, yah mudah2an w ga dituntut gara2 pencemaran nama baik kayak Ibu Prita...hehehe...

    November 13, 2009 at 12:09am ·

  • Betet Kriee yeee,.,.,takut ye,.,.???
    November 13, 2009 at 12:10am ·

  • Nursailan Ilan Bagus bung...
    November 13, 2009 at 11:16am ·

  • Addin Jamus Mohammad Hidup dombel!
    Eh ya,jgn lp absen tiap subuh ma ust basith ye..

    November 15, 2009 at 8:34pm ·

  • NurFahmi Budi Prasetyo ‎@ bung ilan: trims ya bung...
    @ Adin: absenin dong sob, lg cabut nh...wkwkwk..hidup siluman kebo, bentar lg mo idul adha nh, siap2 yah mo'...hehehe pisss..^^V

    November 16, 2009 at 7:54am ·

  • NurFahmi Budi Prasetyo ‎@putranda: amiin, nanti klo w nyapres, Ikmas slrh Indonesia dukung w yah..hehe..ngarep.com
    November 16, 2009 at 9:17pm ·

  • Addin Jamus Mohammad ‎@mbel. Kitil kibing......
    Ak dah ga msk kualifikasi calon kurban lg mbel,ak tll imut,bnyk yg syg m ak.... Wkwkwkwk...
    Bendot tuh makin gemuk dah siap.
    Suka makan rumput tetangga...

    November 17, 2009 at 12:11pm ·

Tidak ada komentar:

Posting Komentar