Senin, 30 Mei 2011

Nasib Partai Kurcaci

Salah satu partai kecil korban tingginya PT

Partai-partai kecil mulai kebakaran jenggot dengan pembahasan DPR terkait kenaikan PT 5% (parliamentary threshold-red). Secepatnya mereka mulai cepat-cepat berbenah, salah satunya Partai Perjuangan Indonesia Baru (Partai PIB).

Seperti diketahui, Partai PIB pada pemilu 2009 kemarin tidak lolos ke parlemen karena perolehan suaranya hanya 0,19%. Kamis (17/06) 2010 betempat di Hotel Redtop Jakarta, Partai PIB melakukan konsolidasi nasional dengan agenda pokok pembenahan internal partai dan persiapan menuju Pemilu 2014.

“Ini sebenarnya istilah kita untuk mempererat silaturahmi dan merapatkan barisan, karena memang rencana akan maju 2014. Apakah kita akan maju sendiri atau koalisi nantilah kita bicarakan kemudian,” ujar Ketum Partai PIB Kartini Sjahrir kepada RM.

Hadir dalam acara itu, Amelia Ahmad Yani (Ketua Umum Partai Peduli Rakyat Nasional), Prof. Dr. Ryaas Rasyid, Rocky Gerung, DR.Andi Irman Putrasidin. Ryass Rasyid diminta sebagai pembicara dalam sesi diskusi dengan tema “Posisi Partai non-seat dalam perkembangan Menuju Pemilu 2014”.

Pakar otonomi daerah sekaligus pendiri Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK-red) itu mengatakan, “Ada orang bodoh yang mau menaikkan PT menjadi 5%, lebih bodoh lagi yang bilang kalau partai-partai yang tidak lolos PT berlaku juga buat DPRD," katanya kepada peserta konsolidasi nasional dan langsung disambut tawa oleh hadirin.

Masih menurut Ryass Rasyid, demokrasi salah satu prinsipnya adalah mengakomodasi kepentingan mayoritas dan minoritas, “kelemahan kita sebagai partai kecil cuma tidak punya uang banyak, tapi setidaknya kita boleh bangga kita tidak punya teman koruptor,” tambahnya.

Partai PIB yang dulunya bernama Partai Perhimpunan Indonesia Baru didirikan oleh sejumlah tokoh salah satunya alm. Sjahrir, ekonom terkemuka di Indonesia. Sepeninggalnya posisi Ketua Umum digantikan oleh istrinya Kartini Sjahrir yang dipilih secara demokratis ketika kongres luar biasa Partai PIB tahun 2007..

“Ada kemungkinan kita partai-partai kecil akan berkoalisi seperti UMNO di Malaysia, yang jelas partai kita juga tetap ingin mengikuti pemilu 2014, terus terang seringkali peraturan-peraturan yang dibuat itu tidak mencerminkan azas demokrasi, seperti dalam UUD 1945, setiap warga negara berhak untuk berserikat dan berpendapat, kita masih mengantisipasi perubahan-perubahan dan gerak politik, namun yang terpenting kita ingin membenahi internal dulu,” imbuhnya diakhir wawancara.


Nurfahmi @Hotel Redtop, Pecenongan, Jakarta Pusat.
(Liputan yang ga dimuat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar